Keindahan Dan Wisata Sekitar Kota Lama Semarang

Keindahan Dan Wisata Sekitar Kota Lama Semarang

Lebih Menarik Mana, Kota Lama Semarang atau Kota Tua Jakarta?

Suatu kota di dalam kota, begitulah ringkasan atau nutshell tentang apa itu oudestadt atau Kota Lama Semarang. Kota nya kaum kolonial yang dibangun pada abad ke-17, di dalam Kota Semarang yang lahir 10 abad lebih awal, sejak era mataram kuno. Kota ini digambarkan oleh UNESCO sebagai kota kolonial yang paling terpelihara.

Keindahan Dan Wisata Sekitar Kota Lama Semarang

Unesco memberikan catatan mengenai kota lama ini dengan kesaksian sebagai fase historis paling penting dalam peradaban manusia, baik dalam bidang ekonomi, politik maupun sosial – di Asia Tenggara juga di Dunia. Namun, bagi kita yang berkunjung ke Semarang, Kota Lama adalah bagian wisata Semarang yang akan memberikan pengalaman luar biasa selama mengunjunginya.

 

Sejarah Kota Lama Semarang

Semua ini berawal sejak Kerajaan Mataram Islam menandatangani perjanjian dengan pihak kompeni Belanda (VOC). Perjanjian pada 15 Januari 1678, menjadi awal tercengkeramnya Mataram Jawa oleh Hindia Belanda. Amangkurat II Sultan Mataram membayar pihak VOC sebagian wilayah di Semarang, untuk membayar segala bantuan VOC dalam memadamkan pemberontakan Trunojoyo.

Sejarah Kota Lama Semarang

Dari pembayaran itulah, Semarang walau hanya sekeping wilayah yang diberikan, namun lambat laun makin meluas kekuasaannya hingga ke penguasaan penuh seluruh wilayah dari pusat kota hingga ke tepian pedesaan yang mengelilingi Semarang. Titik nol pembangunan VOC terhadap kota Semarang adalah sebentuk benteng bernama Vijfhoek.

 

Benteng tersebut pada awalnya digunakan sebagai tempat tinggal para pengusaha, keluarganya, beserta para musketeer yang menjadi opsir VOC. Dari benteng itu pula pusat militer untuk kepentingan ekpansi di bangun. Pada saat benteng semakin sesak, pihak VOC mulai mengkoloni wilayah sekitar benteng, dengan pembangunan rumah, gedung pemerintahan juga perkantoran.

 

Tembok benteng tersebut semakin meluas setelah adanya peristiwa Geger Pacinan di Batavia pada 1740-1743. Peristiwa konflik perlawanan terbesar dari orang perantauan asal China terhadap kekuasaan VOC membuat para kolonialis di Semarang ikut waspada. Sehingga selama dan setelah pemberontakan tersebut berakhir VOC merassa perlu memperkuat fortifikasi Semarang.

 

Namun, ketika situasi mulai bisa dikendalikan, fortifikasi yang sangat luas itu dipandang tidak efektif. Makin pesatnya perkembangan kota menjadikan fortifikasi ketinggalan zaman sehingga dengan sendirinya dibongkar pada tahun 1824, pada saat Pemerintah Belanda sudah menganeksasi Semarang.

 

Banteng yang mengelilingi kota lama yang telah dirubuhkan tersebut memiliki jejaknya hingga saat ini. Jejaknya berada dalam sebentuk nama jalan. Misalkan Oosterwalstraat  atau Jalan Tembok Timur yang kini menjadi jalan Cendrawasih, Noorderwalstaat atau Jalan Tembok Utara yang sekarang menjadi Jalan Merak, Westerwaalstraat  atau Jalan Tembok Barat yang saat ini bernama Jalan Mpu Tantular, hingga Zuiderwalstraat atau Jalan Tembok Selatan yang saat ini dinamai jalan Kepodang.

 

Wisata Menarik Dalam Kota Lama Semarang

Terdapat banyak atraksi menarik di kawasan Kota Lama Semarang, bagi Anda yang tengah berwisata juga sedang berada dalam kota maka sangat disayangkan jika Anda tidak berkesempatan mendatangi kawasan yang juga mendapat julukan sebagai Little Netherland ini. Setidaknya, ada beberapa spot serta lokasi yang bisa Anda kunjungi, di antaranya:

 

  1. Taman Srigunting

Taman ini terletak berada di pusat dari Kawasan Kota Lama. Taman Srigunting, adalah taman yang pada awalnya adalah sebuah lapangan yang dinamakan parade plein. Dari namanya tentu Anda sudah bisa menebak bahwa lapangan Parade adalah lapangan yang digunakan untuk parade militer Hindia Belanda, selain itu tak jauh dari Taman terdapat sisa bangunan barak militer.

taman srigunting kota lama semarang

Yang unik, atau mungkin yang sedikit seram, sebelum dijadikan taman, kawasan ini difungsikan sebagai taman pemakaman warga eropa (kerkhof), hingga pada akhirnya pada awal abad 19 kerkhof ini dipindahkan ke kawasan pengapon, namun jangan terjebak dengan kisah-kisah mistik, karena taman indah ini dikepung oleh bangunan-bangunan bersejarah, yang megah dan indah.

 

  1. Gereja Blenduk

Gereja Blenduk dinamai demikian karena bentuk kubahnya yang membedakan dengan gereja lain di Indonesia merupakan Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah. Berdiri pada 1753, untuk kepentingan gospel Belanda. Penampakan Gereja ini sangat menakjubkan, dengan oktagonal (persegi delapan), gereja ini membawa seni arsitektur era Baroque.

Gereja BlendukKota lama semarang

Kubahnya berlapiskan perunggu, arsitektur dalam gereja mengikuti seni Baroque pada umumnya termasuk orgel Barok. Salib yang tampak di depan pintu masuk gereja memiliki kemiripan dengan bangunan berposisi salib serupa dengan gereja-gereja Yunani, lokasi Gereja berada di depan taman Sri Gunting, di Jalan Letjend Suprapto No 32.

 

  1. Gedung Marba

Gedung yang Anda lihat itu bukan kue raksasa yang kelihatan lezat. Bagaimanapun itulah kelebihan dari bangunan yang berlokasi di Jl. Let. Jend. Suprapto No. 33, yaitu tampak seperti kue cokelat yang lezat, bagai hiasan dalam kue ulang tahun seorang anak. Padahal gedung yang dinamai Marba untuk mengenang nama pendirinya Marta Badjunet ini adalah gedung kantor usaha pelayaran.

Gedung Marba Kota lama Semarang

Sebagaimana yang Anda duga, Marba adalah gabungan nama dari Marta Badjunet. Nama Marba akan terlihat di lantai dua, bagian bangunan utama yang menghadap ke Taman Srigunting. Gedung ini selain menjadi kantor pelayaran, di awal era pendiriannya juga menjadi toko yang modern terbesar di eraanya, yakni toko De Zeikel.

 

  1. Stasiun Tawang

Mengingat bahwa lintasan kereta pertama didirikan di kota pelabuhan ini, maka tidak heran, bangunan stasiun-nya berada di dalam kawasan kota lama. Bangunan Stasiun Tawang berbentuk bangunan neoklasik peninggalan era kolonial yang megah, dan memberikan rasa klasik bagi mereka yang mendatanginya.

Stasiun Tawang Kota lama semarang

Stasiun Tawang bangun oleh perusahaan jawatan kereta Hindia Belanda atau Nederlandche Indische Spoorweg Maatschcrij (NIS) dengan waktu pembanunan sekitar 6 tahun (1864-1870), pergantian zaman, melewati era Perang Dunia Kedua, menjadi tempat sengit pertempuran, sama sekali tidak merubah struktur bangunan yang ada.

 

  1. Gedung Jiwasraya.

Berada di sebelah Gereja Blenduk, berhadapan dengan Taman Sri Gunting, gedung ini bernilai sejarah karena memiliki elevator pertama yang ada di Indonesia. Gedung Jiwasraya ini pada awalnya dinamai De Nederlands Indies Leensverzekering dan Lifrente Maatschappij. Ya terlalu panjang namanya. Gedung ini yang didirikan pada 1916 sebagai kantor dari perusahaan asuransi.

Gedung Jiwasraya kota lama semarang

Jika diliteralkan nama panjang itu bisa diartikan Asuransi Jiwa Hindia Belanda dan Tunjangan Hidup. Setelah merdeka, nama panjang tersebut sedikit ringkas menjadi PT Perusahaan Pertanggungan Djiwa Sedjahtera, sejak dinasionalisasi pada tahun 1957.  Bentuk bangunan yang indah ini sering dijadikan spot pembuatan iklan, dan sangat bagus untuk jadi objek selfie.

 

  1. Lawang Sewu

Gedung yang tadinya kantor pusat jawatan kereta Hindia Belanda (NIS), kini menjadi landmark serta icon dari kota Semarang, di gedung ini terdapat ragam cerita sejarah, serta kisah-kisah menarik terutama kisah mistis yang mengudang rasa penasaran pengunjung. Namun, jangan terpaku pada kisah mistis yang ada, karena sejatinya bangunan Lawang Sewu ini, sangatlah indah.

Lawang Sewu kota lama semarang

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka

Kawasan kota lama sekali merupakan kawasan yang sangat menyenangkan bagi anda yang sedang wisata Semarang. Banyak spot lain yang belum dijabar kan di sini. Untuk mendatangi kawasan ini, memang tidak ditarif, Anda bisa keluar masuk selama 24 jam semau Anda. Tetapi untuk memasuki beberapa gedung atau wilayah personal, akan ditarik biaya.

 

Tidak semua gedung di kawasan kota lama menerima wisatawan, sehingga tidak ada penarikan tarif. Beberapa tempat yang ditarif diantaranya.

Gereja Blenduk tarif Rp 10.000 /orang, buka  Senin-Sabtu : 09.00 – 16.00 WIB  dan Minggu : 13.00 – 16.00 WIB.

 

Taman Srigunting  tarif Gratis Buka, Setiap hari 24 Jam, namun disarankan datang di waktu yang wajar.

 

Lawang Sewu tarif umum Rp10.000 /orang  tarif pelajar 5000/orang, buka setiap hari 07.00-21.00.

 

***